Wednesday, January 7, 2026

Nyanyian yang Retak

 


Di suatu hening yang lebih tua dari doa,

bumi duduk di telapak tanganku—

kecil, retak, bercahaya,

seperti kenangan yang pernah kita jaga, lalu kita lupa.

Ia tidak berteriak.

Ia hanya bernyanyi lirih,

tentang hutan yang gugur tanpa nisan,

tentang air mata yang jatuh lebih dulu daripada hujan,

tentang cinta yang terlambat kita ucapkan.

Nyanyian yang Retak

bukan sekadar lagu,

ia dongeng lama yang kembali pulang,

mengusap dada kita,

dan bertanya pelan:

masihkah ada ruang untuk menjaga?

 

#nyanyianyangretak

#karyabumi

#lagutentangalam

#puisialam

#fypindonesia

No comments:

Post a Comment

Alun-Alun Tugu Malang