Di Keraton Madura,
Sumenep, gendingan tidak sekadar dimainkan—ia dipanggil pulang. Di antara
pilar-pilar tua dan halaman yang teduh, bunyi gamelan mengalir perlahan,
seperti ingatan yang akhirnya berani muncul ke permukaan.
Keraton ini adalah
warisan Kesultanan Sumenep, tempat adat, kuasa, dan seni pernah hidup
berdampingan. Dahulu, gendingan mengiringi langkah sultan, upacara, dan doa-doa
yang diucapkan tanpa suara. Kini, ia kembali terdengar, mengisi ruang yang lama
sunyi.
No comments:
Post a Comment